About

dhanang profile

Dhanang Purwantoro, ST. (“Closed House Ayam Pedaging Sebuah Keharusan ”)

TERUS MENDAMPINGI PETERNAK MERAIH SUKSES

Menjadi tepat sekali pada saat ini dan mendatang, bahwa keuntungan peternak ayam pedaging tidak dapat lagi mengandalkan dari harga jual hasil panen (ayam). Maka pilihan untuk mengaplikasikan kandang sistem tertutup (Closed House) akan menjadi sebuah keharusan. Fluktuasi harga hasil panen yang tiada mampu dikendalikan oleh para peternak, padahal sebagai produsennya, maka tentu saja pilihan melakukan langkah efisiensi yang terukur menjadi lebih penting dan bahkan sangat mendesak.

Itulah benang merah pemikiran Dhanang Purwantoro yang terus digenggam dalam benaknya untuk membantu peternak. Praktisi perunggasan yang banyak menghabiskan waktu dalam hidupnya di kandang ayam ini, merasa menjadi tertantang untuk ikut mewujudkan produksi ayam potong di Indonesia yang paling optimal. Memang Dhanang tidak sekedar bicara dan berteori saja dalam melakukan pendampingan para peternaknya. Ia yang juga terjun menjadi peternak, maka sangat mahfum sekali apa yang benar-benar dirasakan dan diharapkan oleh peternak ayam potong.
“Jika harga ayam yang begitu dinamis, bergerak naik turun, sedangkan ongkos produksi dan beban proses produksi yang lainnya sudah fixed alias tiada lagi mampu “diuthak uthik”, maka sebagai produsen, si peternak berada pada posisi yang nampaknya harus menyerah terhadap labilitas keadaan pasar”, ujar Dhanang.

Memang benar apa yang diungkapkan oleh Dhanang tersebut, sehingga memang “seolah” peternak jatuh di kubangan yang harus terus dijalani. Apatis dan pesimistis untuk bangkit dan mencari jalan keluar dari kubangan, akhirnya benar-benar menghinggapi sebagian besar para peternak ayam potong, walaupun mereka sudah menggeluti profesi beternaknya puluhan tahun. Namun tidak demikian dengan Dhanang, praktisi perunggasan yang sudah berpengalaman itu, terus mencari inovasi dan terobosan yang rasional.

Bukan oleh karena jenis pekerjaannya pada saat ini, yang memperkenalkannya dengan sistem kandang tetutup (Closed House/CH), namun justru seolah technology dan system itulah yang selama ini dia impikan dan bayangkan untuk ikut membantu mengatasi apatisme para peternak. Entah kebetulan atau memang sengaja, namun sebenarnya Dhanang mengakui, system inilah yang saat ini dan mendatang harus segera diterapkan oleh para peternak jika ingin maju dan meraih keuntungan yang lebih memadai.

Tidak selalu investasi yang besar akan menghasilkan raihan keuntungan besar pula. Namun menurut Dhanang, justru system Closed House ini tidaklah terlalu membutuhkan investasi yang besar, akan tetapi keuntungan yang akan diperoleh para peternak jauh berlipat di banding system kandang lama/terbuka yang selama ini dipakai oleh para peternak.

Jika kandang terbuka dan konstruksi kayu dan bambu dalam luasan per m² hanya bisa diisi maksimal 9 ekor ayam potong, maka dengan Closed House hampir dua kali lipatnya yaitu 15 ekor/m². Begitu juga capaian performans/IP pada Closed House mampu memberikan keuntungan jika dikonversikan Rp. 3.500/ekor atau berkisar Rp. 3.000 – Rp. 3.600/ekor. Sedangkan kandang system lama hanya berkisar Rp. 1.000 – Rp. 1.500 saja untuk tiap ekornya. Manifestasi nyata itu sebenarnya dapat dirasakan juga oleh para peternak ketika melihat tingkat keseragaman pertumbuhan ayamnya, dan tingkat status kesehatan yang lebih baik serta mortalitas yang sangat rendah sekali (0.98%). Bahkan konversi pakan yang mampu membuat peternak pemakai awal Closed House terkagum-kagum. Selain itu atas dasar informasi dan para pedagang ayam bahwa kuaiitas daging ayam dari system Closed House akan selalu lebih baik dan sangat diincar para penjual daging ayam di pasar. (Lihat Tabel 1 dan 2)

Tabel 1

Sebagaimana diungkapkan di atas, bahwa Dhanang tidak hanya asal bicara dan sekedar berteori dalam melakukan pendampingan terhadap para peternak. Ia melakukan terlebih dahulu sebuah riset intensif dan bersifat internal di farm perusahaannya, sehingga ia merasa mampu mempertanggung jawabkan setiap omongannya.

Tabel 2

Berawal dari hanya hitungan jari sebelah tangan, kini jumlah peternak yang mencoba dan sudah mengaplikasikan / membangun Closed House, sudah relative banyak. Seiring dengan banyaknya peternak yang merasakan keuntungannya mengaplikasikan system itu, oleh Dhanang dibentuklah sebuah komunitas melalui dunia maya dengan perangkat internet dalam sebuah grup atau kelompok pemakai sistem Closed House itu.

Mereka yang tergabung dalam komunitas pemakai Closed House saling berinteraksi dan bertukar fikiran maupun informasi atas berbagai masalah yang sangat luas. Sebagai pendamping, Dhanang selalu aktif terjun langsung ke lapangan jika para pemakai Closed House mengalami sebuah kendala atau permasalahan. Beruntung memang pada saat ini, teknologi informasi dan komunikasi yang demikian mudah dan murah, akhirnya semakin memantapkan mereka yang sudah memilih Closed House.

Menurut Dhanang, bahwa memang system ini sudah terbukti nyata mampu memberikan kontribusi keuntungan yang jauh dari memadai kepada para peternak ayam potong. Terutama sekali jika dibandingkan dengan kandang sistem lama. Bahkan Dhanang berani mengklaim bahwa protoype Closed House yang ditawarkannya ini merupakan yang terbaik, paling lengkap dan nyaris sempurna di Indonesia pada saat ini. Terbukti nyata beberapa peternak ayam potong skala menengah – besar di kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat serta Botabek yang sudah membangun kandang Closed House itu. Namun demikian, Dhanang juga realistis, bahwa untuk meyakinkan para peternak yang mau dan mampu membangun system ini tidaklah mudah dan dalam waktu yang singkat. Umumnya akan selalu mengelak untuk menerapkan system itu, meski secara finansial mampu.

Namun juga ada yang terjadi dengan sebaliknya, beberapa peternak ternyata mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk membangun, meski dukungan dana yang belum memadai. Kategori yang terakhir inilah yang akan selalu di support secara penuh oleh Dhanang dan Team-nya untuk mewujudkan keinginan itu, dengan berbagai kemudahan.

“Membantu seseorang mewujudkan sebuah keinginan yang lebih baik adalah menjadi kewajiban yang akan terus saya lakukan. Menyerah dan apatis atas sebuah keadaan adalah sebuah “kematian dalam hidup” yang harus dilawan”, demikian falsafah Dhanang.

Adapun beberapa keunggulan menerapkan Closed House antara lain : tidak membutuhkan lahan yang luas, relative aman dari gangguan sosial, kualitas ayam lebih baik dan relative seragam pertumbuhannya, angka kematian yang sangat rendah, dan konversi pakan yang sangat baik. Selain itu yang lebih penting lagi adalah tidak terlalu dipengaruhi oleh pergantian musim serta nilai penyusutan kandang tidak terlalu anjlog.

Sekilas tentang : Dhanang Purwantoro, ST

Pendidikan :

  • Juli 1998, Sarjana Teknik, (ST),  Jurusan Teknik Lingkungan, Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta.

Pengalaman Kerja :

  • Area Manager of East Indonesia PT. SIERAD INDUSTRIES, Jakarta, 2000 – 2014.
  • Branch Manager of East Indonesia PT. SINAR MUSTIKA RAYA, Jakarta, 2014 – 2015.
  • Direktur PT. NUSANTARA UNGGAS PRIMA, Yogyakarta, 2015 – Sekarang.

Aktivitas :

  • Consultan Project Closed House Brooiler, Layer, dan Breeding Farm.

Narasumber dan Tulisan :

  • Dhanang Purwantoro, INFOVET, Kolom Focus, AI TERBARU TERUS MEMBURU DAN DIBURU, Edisi 154 Mei 2007.
  • Dhanang Purwantoro, INFOVET, Kolom Focus, KETIKA PAKAN BERBAUR DENGAN JAMUR, Edisi 164 Maret 2008.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Focus , PASCA AI DOC SANGAT FLUKLTUATIF, Edisi 163 Oktober 2009.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Focus, CLOSED HOUSE CARA MODERN TINGKATKAN PRODUKSI BROILER, Edisi Agustus 2010.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Info Iptek, ERA BESAR BESARAN TEHNOLOGI MODERN  CLOSED HOUSE , Edisi 193 Agustus 2010.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah TROBOS, Kolom Manajemen Unggas, DEMI EFISIENSI CLOSED HOUSE KIAN DIMINATI, Edisi 142 Juli  2011.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah TROBOS, Kolom Trobos Utama,  CLOSED HOUSE MODERNISASI YANG PADAT INVESTASI, Edisi 150 Maret  2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Profil , CLOSED HOUSE AYAM PEDAGING SEBUAH KEHARUSAN, Edisi 212 Maret 2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Info Iptek , BENARKAH ” CLOSED HOUSE” MENYIMPAN SEGUDANG PENYAKIT, Edisi 213 April 2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Fokus , BERBAGAI TANTANGAN CLOSED HOUSE DI INDONESIA, Edisi 216 Indo Livestock Juni 2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Fokus , REKAYASA DAN IMPROVISASI PENEMPATAN SILO PAKAN TERHADAP HASIL PANEN, Edisi 216 Indo Livestock Juni 2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Fokus , CLOSED HOUSE MARAK BAGAIMANA PERALATANNYA, Edisi 216 Indo Livestock Juni 2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah TROBOS, Kolom Perungasan, MODERNISASI DEMI EFISIENSI DAN PRODUKSI, Edisi Indo Livestock Juni 2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah POULTRY INDONESIA, Kolom Laporan Utama, CLOSED HOUSE IDEAL, Volume VIII Agustus 2013.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah TROBOS, Kolom Trobos Utama,  CLOSED HOUSE MODERNISASI YANG PADAT INVESTASI, Edisi 150 Maret  2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah TROBOS, Kolom Trobos Utama,  CLOSED HOUSE MODERNISASI YANG PADAT INVESTASI, Edisi 150 Maret  2012.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah POULTRY INDONESIA, Kolom Laporan Utama, CLOSED HOUSE IDEAL, Volume VIII Agustus 2013.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah POULTRY INDONESIA, Kolom Laporan Utama, BERUNTUNG DENGAN CLOSED HOUSE , Volume VIII Agustus 2013.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah TROBOS, Kolom Trobos Utama,  PILAH PILIH ATAP UNTUK CLOSED HOUSE AYAM, Edisi 168 September  2013.
  • Dhanang Purwantoro, Majalah INFOVET, Kolom Ekonomi Bisnis, CLOSED HOUSE SEBUAH TUNTUTAN MEMENANGI PERTARUNGAN DI PASAR ASEAN,  Edisi 224 November 2014.
Advertisements